Berikut Penjelasan Tentang Penyebab Penyakit Kista pada Rahim

Penyebab penyakit kista rahim - Sebelum kita masuk kepada pembahasan penyabab kista rahim, ada baiknya jika anda mengetahui sedikit info mengenai penyakit kista.

Kista merupakan kantung yang tidak normal yang berisi cairan abnormal dan tumbuh tidak hanya di indung telur wanita atau ujung-ujung saluran telur, tetapi juga biasa tumbuh pada kulit, paru-paru, hingga otak.

Penyakit kista tentunya menjadi salah satu permasalahan yang serius pada sebagian wanita. Penyakit kista tergolong penyakit yang degenerative atau menurun. Maksudnya apabila ibu/ nenek anda menderita kista, maka anda bisa menderita penyakit kista.


Penyebab kista rahim
Berdasarkan tingkat keganasannya, kista bisa dibagi menjadi dua tipe, yakni kista non-neoplastik dan neoplastik.


Nah, kista non-neoplastik memiliki sifat jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan. Berbeda dengan kista neoplastik yang pada umumnya menggunakan cara pembedahan atau operasi untuk diobati meski hal tersebut juga bergantung pada ukuran dan sifatnya. Penyakit kista juga merupakan penyakit yang dianggap berbahaya bagi kaum wanita.

Pada awal kehamilan seorang wanita, pendeteksian kista harus dilakukan secara akurat. Hal ini dikarenakan secara sepintas bentuk kista ovarium mirip dengan bentuk badan kuning (corpus luteum).

Apakah Corpus luteum itu?

CL merupakan sisa sarang sel telur pada saat kehamilan. Jika Corpus luteum ini diambil karena disangka sebagai kista ovarium, kemungkinan terjadi keguguran. Hal ini dikarenakan Corpus luteum  ini berfungsi untuk mempertahankan fungsi hormone semasa kehamilan muda. Kelak setelah plasenta terbentuk sempurna, maka fungsi ini akan diambil alih oleh plasenta. Jadi, bila dari pemantauan USG terlihat kantung besar di indung telur pada kehamilan muda, belum tentu itu kista ovarium.

Penyebab munculnya kista ovarium antara lain karena kegagalan kantong telur untuk berovulasi. Seperti yang anda ketahui, dalam siklus reproduksi wanita, satu kantong telur dalam indung telur akan mengalami ovulasi setiap bulannya. Ovulasi adalah keluarnya sel telur dari folikel untuk kemudian ditangkap fimbria dan ditempatkan di saluran telur (tuba falopi) dan siap untuk dibuahi jika bertemu sperma.

Selanjutnya folikel yang telah kehilangan sel telur disebut Corpus luteum secara normal akan mengalami degenerasi dan hilang diserap oleh tubuh. Namun proses keluarnya sel telur dari dalam folikel mungkin mengalami kegagalan. Jika kerap terjadi seperti itu lama-kelamaan kantong telur yang gagal berovulasi dapat berubah menjadi kista.

Karena adanya kista di dalam perut bagian bawah, maka bisa saja menyebabkan pembenjolan pada perut. Tekanan terhadap alat-alat di sekitarnya disebabkan oleh besarnya kista atau posisinya di dalam perut. Contohnya sebuah kista yang tidak seberapa besar, namun terletak di depan rahim dapat menekan kandung kemih dan dapat menimbulkan gangguan berkemih. Sedangkan satu kista yang lebih besar tetapi terletak bebas di rongga perut kadang-kadang hanya menimbulkan rasa berat dalam perut.

Tekanan tumor dapat pula mengakibatkan sembelit, bengkak pada tungkai. Perdarahan ke dalam kista yang terjadi dalam jumlah yang banyak dapat menimbulkan nyeri perut mendadak.

Putaran tungkai dapat terjadi dan dipermudah oleh faktor kehamilan dan sesudah persalinan. Torsi ini menyebabkan gangguan sirkulasi dan menimbulkan rasa sakit. Gangguan sirkulasi ini dapat menimbulkan  kerusakan pada jaringan dalam kista dan lama kemudian bisa menyebabkan robekan dinding kista dan menimbulkan penimbunan cairan bebas di dalam rongga perut.

Robekan dinding kista selain karena putaran tungkai, dapat juga disebabkan karena jatuh atau pukulan di perut ataupun waktu berhubungan intim. Infeksi pada kista dapat terjadi jika didekat kista ada sumber kuman, misalnya peradangan usus buntu.

Perubahan keganasan pada kista dapat pula terjadi sewaktu- waktu, anda harus waspada. Metode-metode yang selanjutnya dapat menolong dalam pembuatan diagnosis yang tepat anara lain laparoskopi, USG, foto rontgen dan parasentesis.

Penyebab penyakit kista rahim yang jarang anda sadari

1. Penyebab kista adalah faktor keturunan
Seperti yang telah kami kataka sebelumnya, salah satu penyebab utama terjadinya kista pada rahim adalah karena faktor keturunan. Para wanita keturunan penderita kista akan cenderung lebih beresiko terserang penyakit ini. Meskipun demikian, tidak semua keturunan penderita kista menderita  penyakit kista.

Faktanya, ada banyak wanita dari keturunan penderita kista yang menjalankan pola hidup sehat dan berhasil menghindari siklus turunan dari penyakit ini.

2. Siklus haid yang tidak teratur
Ketika siklus haid anda/ wanita tidak teratur, maka biasanya sel darah kotor yang seharusnya dikeluarkan saat haid mengendap di dalam ovarium menjadi lebih besar. Nah, sel darah kotor pada akhirnya akan berkembang menjadi sel tumor kista saat pengendapan tersebut terjadi.

3. Infertilitas
Wanita yang tidak dapat hamil biasanya lebih cenderung beresiko terserang penyakit kista. Ketika seorang wanita mengalami infertilitas, setiap sel sper-ma yang masuk ke dalam organ intim wanita akan mengendap di dalam organ reproduksi wanita.

Nah, jika sampai hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka sel sper-ma yang mengendap akan berubah  menjadi sel tumor kista.

4. Kegemukan
Berdasarkan penelitian yang menyatakan bahwa wanita dengan bobot badan berlebihan alias obesitas akan cenderung lebih beresiko terserang kista. Saat seorang wanita kelebihan berat badan maka lemak akan menumpuk di hampir seluruh bagian tubuhnya.

Ketika tumpukan lemak tersebut berada di sekitar organ reproduksi, maka hal ini dapat menyebabkan penyempitan berbagai macam saluran reproduksi. Dan ketika penyempitan ini sampai terjadi, berbagai macam sel yang ada dalam ovarium menjadi lebih mudah mengendap. Endapan berbagai macam sel inilah yang pada akhirnya berubah menjadi gumpalan sel penyebab kista.

Mungkin sampai di sini artikel kali ini pemirsa mengenai penyebab penyakit kista rahim, semoga bermanfaat dan salam sukses.